Jumat, 02 Mei 2014

LOMBA MENGGAMBAR JUNIOR WARRIOR FESTIVAL 2014










Teman-teman jago gambar? Pengen karyamu dikenal banyak orang? Coba saja ikuti lomba menggambar JUNIOR WARRIOR FESTIVAL 2014!
Syarat-syaratnya dijamin gampang dan menantang!

  • Tema lomba adalah: ‘AKU DAN IMAJINASIKU’, kategori 1-3 SD dan 4-6 SD
  • Biaya pendaftaran Rp. 5.000,- per peserta.
  • Kertas gambar disediakan oleh panitia.
  • Pengerjaan karya dilaksanakan dirumah, dan dikumpulkan kepada panitia sesuai tenggat waku yang ditetapkan (30 April-30 Juni 2014).
  • Pewarna yang diperbolehkan adalah crayon, pensil warna, cat air, cat minyak, dan/atau spidol.
  • Disarankan agar hasil final karya di-finishing dengan proses clear (lapisan pilox transparant)
  • Karya tidak boleh mengandung unsur SARA dan pornografi.
  • Peserta dilarang melakukan plagiarisme, dibantu oleh orang lain dalam pengerjaan karya, dan/atau melakukan kecurangan lainnya, dibuktikan dengan surat keterangan keaslian dari panitia.Surat bisa diambil di sekretariat panitia atau diunduh dari blog Junior Warrior Festival.
  • Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya.
  • Identitas peserta ditulis di lembar belakang karya (nama, judul, kelas, nama TPA atau sekolah)
  • Kriteria penilaian adalah; (a) proporsionalitas, (b) kemampuan bercerita, (c) amanat, dan (d) harmoni warna. 
  • Hasil karya menjadi hak panitia.
  • Penilaian dan hasil keputusan juri bersifat mutlak, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.


Karya dapat dikumpulkan di
sekretariat JUNIOR WARRIOR FESTIVAL
dengan alamat
ADEN/MIM PROJECT
Ngabangan V RT 04, RW 10, Sidoluhur, Godean, Yogyakart



PENGUMUMAN PEMENANG

  • Setiap peserta akan mendapat sertifikat
  • Pemenang akan mendapatkan sertifikat, piala, dan hadiah.
  • Pemenang akan diundang dalam acara 'MALAM PENGANUGERAHAN JUNIOR WARRIOR FESTIVAL: AKU DAN IMAJINASIKU #1' pada Agustus 2014

LOMBA CERPEN JUNIOR WARRIOR FESTIVAL





Teman-teman, pengen jadi penulis? Pengen menuangkan imajinasimu lewat cerpen? Coba saja lomba cerpen Junior Warrior Festival 2014 yang diadakan oleh TPA Mushola Al-Ikhsan Ngabangan, Sidoluhur, Godean.
Syaratnya gampang:
  • Tema lomba adalah: ‘AKU DAN IMAJINASIKU’, kategori kelas 4-6 SD dan 7-9 SMP
  • Biaya pendaftaran Rp. 5.000,- per peserta.
  •  Pengerjaan karya dilaksanakan di rumah, dan dikumpulkan kepada panitia sesuai tenggat waku yang ditetapkan (30 April-30 Juni 2014)..
  • Margin kertas adalah 2-2-2-2 cm (batas atas-bawah-kanan-kiri) dengan batas maksimal 2 halaman.
  • Memakai huruf Times New Roman 12 pt.
  • Karya tidak boleh mengandung unsur SARA dan pornografi.
  • Peserta menandatangani surat pernyataan keaslian karya dari panitia (dapat diambil di sekretariat panitia atau mengunduh dari blog Junior Warrior Festival).
  • Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya.
  • Identitas peserta ditulis di bagian bawah cerpen (halaman paling belakang), yang meliputi (1) nama, (2) kelas, (3) sekolah/TPA, dan (4) nomor telepon yang bisa dihubungi.
Karya dapat dikumpulkan di
sekretariat JUNIOR WARRIOR FESTIVAL
dengan alamat
ADEN/MIM PROJECT
Ngabangan V RT 04, RW 10, Sidoluhur, Godean, Yogyakarta

Atau melalui alamat email:
juniorwarriorfestival@gmail.com


PENGUMUMAN PEMENANG:
  • Setiap peserta yang mendaftar akan mendapat sertifikat
  • pemenang akan mendapatkan sertifikat, piala, dan hadiah.
  • Pengumuman akan dilangsungkan pada MALAM PENGANUGERAHAN JUNIOR WARRIOR FESTIVAL: AKU DAN IMAJINASIKU #1 Agustus 2014.
Gampang kan? Tunggu apa lagi. Buat karyamu sebagus mungkin, dan kirimkan ke LOMBA CERPEN JUNIOR WARRIOR FESTIVAL 2014!

Sabtu, 26 April 2014

LATAR BELAKANG JUNIOR WARRIOR FESTIVAL

‘Bukan hanya kecerdasan akademik yang perlu dikembangkan’. Demikian kesimpulan para psikolog dalam lusinan buku bergenre psikologi anak. Benar adanya bila manusia diberkahi dengan multiple intelligences, atau kecerdasan majemuk: matematis-logis, linguistik, intra-personal, inter-personal, natural, musik, dan visual. Sayangnya, belum seluruh kecerdasan tersebut terwadahi secara optimal dan sistematis.

Yang sering diunggulkan oleh sistem pendidikan konvensional Indonesia dan oleh para orang tua adalah kecerdasan matematis-logis dan linguistik, yang sering disebut kecerdasan akademik-logis. Hal ini ditunjukan oleh alokasi kurikulum pendidikan konvensional yang meniti-beratkan pada kemampuan ca-lis-tung; baca-tulis-hitung. Akibatnya, kecerdasan majemuk anak Indonesia kurang bisa dioptimalkan potensinya.

Di sekolah konvensional, misalnya, bila ada anak yang mewarnai pelangi dengan warna yang bukan me-ji-ku-hi-bi-ni-u, maka sang guru akan buru-buru mengoreksinya. Fenomena tersebut terjadi akibat ‘ketidakfahaman guru mengenai kemampuan imajinasi anak’ dipertemukan dengan ‘imajinasi anak yang diluar logika’. Imajinasi, selama beberapa dekade, tidak termasuk dalam jajaran hal penting di dalam kurikulum pendidikan konvensional Indonesia, karena sifatnya yang tidak logis.

Padahal, sebenarnya, semua psikolog menyetujui, bahwa kemampuan imajinasi adalah hal penting dalam tumbuh-kembang mentalitas anak, termasuk perkembangan kecerdasaan anak, terutama kecerdasan matematis, linguistik, musik, visual, dan natural. Kemampuan berimajinasi penting dan berguna dalam pembangunan karakter dan masa depan anak.

Dengan kemampuan berimajinasi, kecerdasan majemuk anak akan lebih berkembang. Dengan berimajinasi tentang domba dan serigala, misalnya, anak akan lebih mudah memahami soal penjumlahan dan pengurangan dalam matematika. Dengan berimajinasi tentang tokoh kancil, misalnya, anak lebih mudah memahami jalan cerita sebuah dongeng.

Terdorong pemahaman akan fenomena tersebut, kami, panitia bermaksud menyelenggarakan acara JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#1 dalam rangka mewadahi, menyemarakan, menggelorakan, dan mengapresiasi imajinasi anak Indonesia yang positif, kreatif, dan edukatif. Begitu pula proposal ini kami buat dalam rangka menggalang dukungan, sehingga acara yang kami buat dapat terselenggara dengan lancar, sesuai dengan tujuan yang diharapkan.



JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#1 adalah acara pertama yang mewadahi imajinasi anak dengan cara yang positif, kreatif, dan edukatif, dan berbeda dengan festival anak yang biasanya. Perbedaannya terletak pada: 1.) tujuan acara ini tidak hanya menggelorakan kemampuan imajinasi anak, namun juga mengkampanyekan perbaikan sistem pendidikan konvensional dan lingkungan masyarakat agar menjadi lebih ramah-imajinasi anak; 2.) tema acara lomba didesain luas dan bebas untuk menyalurkan kemampuan imajinasi anak kedalam bentuk daya kreatifitas seluas-luasnya untuk membuka wawasan baru, yaitu cara berfikir out of the box; 3.) sistematika pelaksanaan acara dirancang untuk untuk memamerkan karya peserta, sehingga memupuk rasa percaya diri, dan saling mengapresiasi hasil imajinasi peserta lain;  dan, 4.) keluaran jangka-panjang dari acara ini dirancang untuk menciptakan generasi baru yang berpandangan luas dan berwawasan baru. 

Diniatkan dengan tulus, dirancang dan dimotori oleh generasi muda kreatif, dan dengan parstisipasi aktif masyarakat, JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#diharapkan mampu memenuhi tujuannya, yaitu; mewadahi dan mengapresiasi imajinasi anak, memupuk rasa percaya diri dan sifat apresiatif anak, menyuguhkan wawasan baru thinking out of the box, mengkampanyekan system pendidikan dan lingkungan masyarakat yang ramah-imajinasi anak, serta menciptakan generasi baru yang berpandangan luas.