Sabtu, 26 April 2014

LATAR BELAKANG JUNIOR WARRIOR FESTIVAL

‘Bukan hanya kecerdasan akademik yang perlu dikembangkan’. Demikian kesimpulan para psikolog dalam lusinan buku bergenre psikologi anak. Benar adanya bila manusia diberkahi dengan multiple intelligences, atau kecerdasan majemuk: matematis-logis, linguistik, intra-personal, inter-personal, natural, musik, dan visual. Sayangnya, belum seluruh kecerdasan tersebut terwadahi secara optimal dan sistematis.

Yang sering diunggulkan oleh sistem pendidikan konvensional Indonesia dan oleh para orang tua adalah kecerdasan matematis-logis dan linguistik, yang sering disebut kecerdasan akademik-logis. Hal ini ditunjukan oleh alokasi kurikulum pendidikan konvensional yang meniti-beratkan pada kemampuan ca-lis-tung; baca-tulis-hitung. Akibatnya, kecerdasan majemuk anak Indonesia kurang bisa dioptimalkan potensinya.

Di sekolah konvensional, misalnya, bila ada anak yang mewarnai pelangi dengan warna yang bukan me-ji-ku-hi-bi-ni-u, maka sang guru akan buru-buru mengoreksinya. Fenomena tersebut terjadi akibat ‘ketidakfahaman guru mengenai kemampuan imajinasi anak’ dipertemukan dengan ‘imajinasi anak yang diluar logika’. Imajinasi, selama beberapa dekade, tidak termasuk dalam jajaran hal penting di dalam kurikulum pendidikan konvensional Indonesia, karena sifatnya yang tidak logis.

Padahal, sebenarnya, semua psikolog menyetujui, bahwa kemampuan imajinasi adalah hal penting dalam tumbuh-kembang mentalitas anak, termasuk perkembangan kecerdasaan anak, terutama kecerdasan matematis, linguistik, musik, visual, dan natural. Kemampuan berimajinasi penting dan berguna dalam pembangunan karakter dan masa depan anak.

Dengan kemampuan berimajinasi, kecerdasan majemuk anak akan lebih berkembang. Dengan berimajinasi tentang domba dan serigala, misalnya, anak akan lebih mudah memahami soal penjumlahan dan pengurangan dalam matematika. Dengan berimajinasi tentang tokoh kancil, misalnya, anak lebih mudah memahami jalan cerita sebuah dongeng.

Terdorong pemahaman akan fenomena tersebut, kami, panitia bermaksud menyelenggarakan acara JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#1 dalam rangka mewadahi, menyemarakan, menggelorakan, dan mengapresiasi imajinasi anak Indonesia yang positif, kreatif, dan edukatif. Begitu pula proposal ini kami buat dalam rangka menggalang dukungan, sehingga acara yang kami buat dapat terselenggara dengan lancar, sesuai dengan tujuan yang diharapkan.



JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#1 adalah acara pertama yang mewadahi imajinasi anak dengan cara yang positif, kreatif, dan edukatif, dan berbeda dengan festival anak yang biasanya. Perbedaannya terletak pada: 1.) tujuan acara ini tidak hanya menggelorakan kemampuan imajinasi anak, namun juga mengkampanyekan perbaikan sistem pendidikan konvensional dan lingkungan masyarakat agar menjadi lebih ramah-imajinasi anak; 2.) tema acara lomba didesain luas dan bebas untuk menyalurkan kemampuan imajinasi anak kedalam bentuk daya kreatifitas seluas-luasnya untuk membuka wawasan baru, yaitu cara berfikir out of the box; 3.) sistematika pelaksanaan acara dirancang untuk untuk memamerkan karya peserta, sehingga memupuk rasa percaya diri, dan saling mengapresiasi hasil imajinasi peserta lain;  dan, 4.) keluaran jangka-panjang dari acara ini dirancang untuk menciptakan generasi baru yang berpandangan luas dan berwawasan baru. 

Diniatkan dengan tulus, dirancang dan dimotori oleh generasi muda kreatif, dan dengan parstisipasi aktif masyarakat, JUNIOR WARRIOR FESTIVAL Aku dan Imajinasiku#diharapkan mampu memenuhi tujuannya, yaitu; mewadahi dan mengapresiasi imajinasi anak, memupuk rasa percaya diri dan sifat apresiatif anak, menyuguhkan wawasan baru thinking out of the box, mengkampanyekan system pendidikan dan lingkungan masyarakat yang ramah-imajinasi anak, serta menciptakan generasi baru yang berpandangan luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar